https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/issue/feedJournal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)2025-12-02T19:21:46+07:00Ari Khusumakhusumaari@gmail.comOpen Journal Systems<div style="width: 580px; border: 1px dotted #000; margin-bottom: 10px;"> <ul> <li><strong>e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221026170881604">2963-4687</a> (<em>Online</em>)</strong></li> <li><strong>DOI: 10.32807/jilts</strong></li> <li><strong>URL: </strong> <a href="https://jilts.poltekkes-mataram.id/">http://jkp.poltekkes-mataram.ac.id/</a></li> </ul> </div> <p><img style="width: 290px; padding-right: 10px;" src="https://jilts.poltekkes-mataram.id/public/site/images/adminojs/jilts-rev.jpg" alt="" height="395" align="left" /></p> <p>JILTS: (Journal of Indonesia Laboratory Students) ; is a scientific journal published with a view to facilitating academics and researchers to publish their research results in the field of SCIENCE and Medical Technology Laboratories. This journal has <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221026170881604">E-ISSN 2963-4687</a> and This journal is Open Access and can be downloaded for free.</p> <p>Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) is a journal by Medical Laboratory Technology (MLT) Poltekkes Kemenkes Mataram, JILTS was published in 2022 and encourage students to get involved in research, JILTS adopts double-blind peer review policy concerns on various health fields, such us:</p> <ul> <li>Cytohistotechnology</li> <li>Microbiology</li> <li>Hematology</li> <li>Clinical Laboratory</li> <li>Parasitology</li> <li>Immunology</li> <li>Toxicology</li> </ul> <p>Interested in submitting to this journal? We recommend that you review the <a href="https://jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/about">About the Journal</a> page, as well as the Author Guidelines. Authors need to <a href="https://jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/user/register?source=">register</a> with the journal prior to submitting or, if already registered, can simply <a href="https://jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/login">log in</a> and begin the five-step process.</p> <p><strong>Indexed by:</strong></p> <p><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&view_op=list_works&authuser=8&gmla=AJsN-F5gRuMXm3Elb3FPKn8jFru7i1wlOEH8qp5siUyrDGGP8VQTlCHEmqxC7T43n8PZnlJgpZTd71Q5Z_90bvUrrPEtqmUdXosUHxIFeldCqDJ9jWDicGI&user=FYYXQ68AAAAJ" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://jilts.poltekkes-mataram.id/public/site/images/adminojs/google-scholar.png" alt="" width="107" height="36" /></a></p>https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/171Perbedaan Kadar Kolesterol Berdasarkan Lama Mengkonsumsi Obat Golongan Statin pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Wanasaba2024-07-26T15:33:58+07:00Ayu Rositaayurosita180803@gmail.comErlin Yustin TatontosErlinYustinTatontos@gmail.comIswari Pauziiswaripauzi@gmail.comYunan Jiwintarumyunanjiwintarum@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kolesterol adalah hasil metabolisme lemak sterol membran sel yang ditemukan dalam plasma darah. Pada usia lanjut, kadar kolesterol total lebih tinggi daripada pada usia muda. Ini disebabkan oleh fakta bahwa aktivitas reseptor berkurang seiring bertambahnya usia. Obat tradisional yang digunakan oleh orang tua (manula) yang mungkin mengurangi. kadar kolesterol adalah obat golongan statin.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> Mengetahui perbedaan kadar kolesterol pada lansia berdasarkan lama mengkonsumsi obat golongan statin di wilayah kerja Puskesmas Wanasaba.</p> <p><strong>Metode Penelitian:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperiment rancangan One grup pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan kadar kolesterol tinggi di <200 mg/dl. Sampel penelitian ini adalah populasi sebanyak 24 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah 12 responden satu tahun sebelum mengonsumsi statin, dan kelompok kedua berjumlah 12 responden satu tahun setelah mengonsumsi statin. Teknik pengambilan sampel Non-probability Purposive Sampling, analisis data menggunakan One Way Anova.</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Rerata kadar kolesterol pada kelompok lansia sebelum satu tahun mengonsumsi obat golongan statin adalah 271,9 mg/dl dan rerata kadar kolesterol pada kelompok lansia sesudah satu tahun mengonsumsi obat golongan statin adalah 224,8 mg/dl. Hasil uji statistic dengan one way anova 0,001 yang berarti rata rata kadar kolesterol sebelum dan sesudah mengonsumsi obat golongan statin yang berbeda secara signifikan atau secara nyata.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan kadar kolesterol lansia sebelum satu tahun mengkonsumsi obat golongan statin lebih tinggi dibandingkan sesudah satu tahun mengkonsumsi obat golongan statin.</p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/298Gambaran Kadar Hematokrit Remaja Putri Usia 13-18 Tahun di SMPN 8 SOROMANDI Desa BAJO2025-07-28T09:38:16+07:00lusi selfianaselvianalusi10@gmail.com I Wayan Getasiwayangetas@gmail.comNurul Inayatinurulinayati@gmail.comIda Bagus Rai Wiadnyaidabagusraiwiadnya@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Anemia merupakan masalah gizi global terutama pada remaja putri akibat kekurangan zat besi, dengan prevalensi 40-88% secara global dan 53,7% di negara berkembang menurut WHO. Di Indonesia, prevalensi anemia mencapai 21,7% secara keseluruhan, 26,4% pada anak 5-14 tahun, dan 18,4% pada remaja 15-24 tahun; Puskesmas Soromandi mencatat 110 kasus hematokrit rendah tahun 2024. Hematokrit rendah menyebabkan penurunan oksigenasi, pusing, kelelahan, dan gangguan prestasi belajar akibat menstruasi dan pola makan buruk.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> Penelitian bertujuan menggambarkan kadar hematokrit remaja putri usia 13-18 tahun di SMPN 8 Soromandi Desa Bajo menggunakan metode mikrohematokrit.</p> <p><strong>Metode Penelitian:</strong> Penelitian observasional deskriptif cross-sectional dilakukan Maret-Mei 2025 di Laboratorium Puskesmas Soromandi dengan 50 sampel remaja putri (total sampling nonrandom). Pengukuran kadar hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit; data dianalisis deskriptif berdasarkan usia dan interpretasi normal/rendah.</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Rata-rata kadar hematokrit 37,3%; 32 responden (64%) normal, 18 responden (36%) rendah; usia 15 tahun paling banyak (20 responden, 40%). Faktor risiko meliputi menstruasi berlebih, pola makan tinggi lemak/minyak, dan kurang sarapan menyebabkan defisiensi zat besi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Dari 50 remaja putri, 64% memiliki hematokrit normal dan 36% rendah dengan ratarata 37,3%, menunjukkan prevalensi anemia sedang akibat kehilangan zat besi menstruasi dan pola makan tidak sehat. Diperlukan edukasi pola makan kaya zat besi dan suplementasi untuk pencegahan. </p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/242Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Praya2025-06-21T12:00:21+07:00Mahillatul Iffamahillaiffa05@gmail.comSiti ZaetunSitiZaetun@gmail.comThomas Tandi Manuthomastandimanu@gmail.comErna Kristinawatiernakris29@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Hiperurisemia merupakan kelainan metabolisme purin yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat serum (>7,0 mg/dL pria, >6,0 mg/dL wanita), memicu nyeri sendi parah dan kondisi patologis lainnya. Prevalensi global mencapai 34,2% dengan mayoritas kasus pada usia >34 tahun; di NTB terdapat 155 kasus artritis gout tahun 2021. Senam Prolanis sebagai aktivitas fisik non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan ekskresi asam urat melalui peningkatan aliran darah dan fungsi ginjal.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh senam Prolanis dalam menurunkan kadar asam urat pada 42 penderita hiperurisemia peserta Prolanis di Puskesmas Praya.</p> <p><strong>Metode Penelitian:</strong> Penelitian observasional analitik desain cross-sectional dilakukan Mei 2025 menggunakan metode POCT (Point of Care Testing) Easy Touch pada darah kapiler sebelum dan sesudah senam Prolanis. Data dianalisis uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Wilcoxon karena tidak berdistribusi normal (p<0,05).</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Rerata kadar asam urat sebelum senam Prolanis 7,69 mg/dL dan sesudah 7,40 mg/dL; 39 dari 42 responden (92,8%) mengalami penurunan. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p<0,05), menunjukkan pengaruh signifikan senam terhadap penurunan kadar asam urat.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Senam Prolanis berpengaruh signifikan menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia (p=0,000), dengan penurunan rerata 0,29 mg/dL setelah satu sesi. Intervensi ini efektif sebagai metode non-farmakologis di tingkat pelayanan primer, didukung kepatuhan dan pola makan rendah purin.</p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/224Optimalisasi Tepung Talas Mbote (Xanthosoma Sagittifolium) Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Jamur Aspergillus Sp dan Candida Albicans 2025-05-24T19:33:45+07:00azwa rafizaazwarafiza415@gmail.comRohmirohmi@gmail.comErna Kristinawatiernakris29@gmail.comAgrijantiAgrijanti@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Jamur patogen seperti Aspergillus sp. dan Candida albicans menyebabkan infeksi seperti aspergillosis dan kandidiasis, terutama pada individu imunokompromais. Media kultur standar PDA mahal, sehingga diperlukan alternatif lokal seperti tepung talas mbote yang kaya karbohidrat (41%), protein (15%), lemak (1,4%), mineral, dan vitamin. Talas mbote berpotensi sebagai substrat nutrisi untuk pertumbuhan jamur karena kandungan gizinya yang mendukung metabolisme karbon.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian: </strong>Penelitian bertujuan mengoptimalkan berbagai formula tepung talas mbote (4 gr, 3,5 gr, 3 gr, 2 gr, 1 gr) sebagai media alternatif pertumbuhan Aspergillus sp. dan Candida albicans dibandingkan PDA. Analisis dilakukan untuk membandingkan diameter koloni Aspergillus sp. dan jumlah koloni Candida albicans pada media tersebut.</p> <p><strong>Metode Penelitian:</strong> Penelitian pre-eksperimental dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi TLM Poltekkes Kemenkes Mataram pada Desember 2024-Januari 2025 dengan 4 perlakuan formula tepung talas mbote. Inokulasi jamur diinkubasi 3x24 jam pada suhu optimal, dianalisis secara deskriptif melalui pengukuran diameter koloni Aspergillus sp. dan hitung koloni Candida albicans.</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Pada Aspergillus sp., formula 4 gr menghasilkan diameter koloni terbesar 23 mm (rata-rata 51,5 mm), melebihi PDA (rata-rata 49 mm); formula 3,5 gr 22 mm. Pada Candida albicans, formula 4 gr tumbuh 25 koloni (rata-rata 55,5), lebih tinggi dari PDA (rata-rata 42); formula 3,5 gr 24 koloni. Semua formula menunjukkan pertumbuhan optimal, didukung enzim amilase yang menguraikan karbohidrat menjadi glukosa.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Tepung talas mbote Xanthosoma sagittifolium efektif sebagai media alternatif optimal untuk pertumbuhan Aspergillus sp. dan Candida albicans, terutama formula 4 gr dan 3,5 gr yang sebanding atau melebihi PDA. Media ini ekonomis dan nutrisi lengkap, cocok untuk laboratorium dengan keterbatasan sumber daya.</p>2025-12-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/411Analysis Of Urine Nicotine In Electronic Cigarette Smokers and Regular Cigarette Smokers2025-10-16T16:25:19+07:00nila uthari saadatynilauthari20@gmail.comFihiruddinfihiruddin1@gmail.comYunan Jiwintarumyunanjiwintarum@gmail.comUripUrip@gmaill.comFachrudi HanafiFachrudiHanafi@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Penggunaan rokok, baik konvensional maupun elektrik, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia.paparan nikotin yang terdapat pada rokok elektrik dan konvensional dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Nikotin, sebagai zat adiktif utama dalam rokok, akan dimetabolisme menjadi cotinine yang dapat dideteksi dalam urine sebagai biomarker penting untuk menilai tingkat paparan dan risiko kesehatan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Menganalisis nikotin dalam urine pada pengguna rokok elektrik dan rokok konvensional.<br /><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan racangan peneltian cross sectional. Sebanyak 30 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengolahan sampel dilakukan dengan metode deskriptif.<br /><strong>Hasil Penelitian:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 sampel perokok elektrik dan 15 sampel dari perokok konvensional menunjukkan hasil positif nikotin dalam urine. <br /><strong>Kesimpulan:</strong> Ditemukan positif nikotin urine pada perokok elektrik dan konvensional dengan pemeriksaan RDT.</p> <p> </p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/263 Hubungan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit Pada Pasien Suspek DBD IgG dengan IgM Positif di Puskesmas Teratak2025-07-11T12:27:45+07:00Haerul Anazhaerulanaz41@gmail.comErshandi Resnhaleksmanaershandi3@gmail.comThomas Tandi Manuthomastandimanu@gmail.com Iswari Pauziiswaripauzi@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tropis yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Pemeriksaan serologis IgG dan IgM membantu membedakan antara infeksi dengue primer dan sekunder. Nilai hematokrit yang meningkat menunjukkan adanya kebocoran plasma, sedangkan penurunan jumlah trombosit<br />menandakan trombositopenia yang umum terjadi pada infeksi dengue. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasien suspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasien<br />suspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak.</p> <p><strong>Metode Penelitian</strong>: Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional pada 33 pasien dengan Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Rerata nilai hematokrit pasien adalah 39,0%, sedangkan rerata jumlah trombosit adalah 132.969/µL. dengan p-value 0,847 > 0,05.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Tidak terdapat hubungan antara nilai hematokrit dan Jumlah Trombosit pada pasien suspek DBD dengan IgG dan IgM Positif.</p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/227Pengaruh Jenis Pengobatan terhadap Kadar Gula Darah 2 Jam Post Prandial pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-22025-05-26T11:58:42+07:00Jasmine Chairunnisajasminechairunisa@gmail.comAgrijantiAgrijanti@gmail.comAri KhusumaAriKhusuma@gmail.com Pancawati Ariamipancawatiariami@gmail.com<p>ABSTRACT</p> <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes Melitus Tipe 2 disebabkan oleh gangguan sekresi atau fungsi insulin yang menyebabkan akumulasi glukosa dalam darah, sehingga merusak organ seperti jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Prevalensi diabetes di Indonesia meningkat signifikan, dengan 19,5 juta penderita pada 2021 menurut IDF, termasuk 64.544 kasus di Nusa Tenggara Barat pada 2023. Pengukuran gula darah 2 jam post prandial penting untuk menilai efektivitas pengobatan dalam mengontrol glukosa pasca makan.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pengobatan metformin, glibenklamid, dan kombinasi metformin-glibenklamid terhadap kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Selain itu, menganalisis mekanisme kerja obatobatan tersebut dalam menurunkan glukosa darah untuk meningkatkan pengendalian glikemik.</p> <p><strong>Metode Penelitian:</strong> Penelitian analitik observasional potong lintang menggunakan data sekunder dari 96 rekam medis pasien DM Tipe 2 di RSUD Patut Patuh Patju periode JanuariDesember 2024, dengan sampel purposive (32 metformin, 32 glibenklamid, 32 kombinasi). Analisis dilakukan dengan uji nonparametrik Kruskal-Wallis setelah uji normalitas KolmogorovSmirnov.</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Rerata gula darah puasa dan 2 jam post prandial sebelum pengobatan: metformin (157 dan 151 mg/dL), glibenklamid (154 dan 150 mg/dL), kombinasi (189 dan 162 mg/dL), menunjukkan penurunan kadar gula darah pada ketiga kelompok. Uji Kruskal-Wallis menghasilkan p=0,081 (puasa) dan p=0,886 (2 jam post prandial), tidak ada perbedaan signifikan antar pengobatan (p>0,05). Kombinasi metformin-glibenklamid memberikan penurunan rerata terbaik (selisih 27 mg/dL).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Ketiga jenis pengobatan menurunkan kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien DM Tipe 2, dengan kombinasi metformin-glibenklamid paling optimal meskipun tidak signifikan secara statistik. Pengendalian glikemik lebih baik pada terapi kombinasi, dipengaruhi faktor seperti pola makan dan kepatuhan pasien.</p>2025-12-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/201 Korelasi Jumlah Trombosit dan Jumlah Eritrosit dengan Proteinuria pada Penderita Demam Berdarah Dengue (Dbd)2024-09-29T21:55:13+07:00Finky Pradika Putrafinkypradikaputra@gmail.comNurul InayatiNurulInayati@gmail.comI Wayan Getas iwayangetas@gmail.comSiti Zaetunsitizaetun@gmail.com<table width="593"> <tbody> <tr> <td width="433"> <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="593"> <p><strong>Latar </strong><strong>B</strong><strong>elakang : </strong>DBD merupakan penyakit infeksi oleh virus dengue. Parameter laboratorium untuk menegakkan diagnosis DBD diantaranya adalah hasil pemeriksaan serologi menunjukkan hasil positif dan trombositopenia. Adanya hemokonsentrasi kadar hematokrit dan hemoglobin berkaitan erat dengan jumlah eritrosit dalam darah, serta menyebabkan terjadi proteinuria melalui beberapa mekanisme kebocoran protein plasma pada kondisi infeksi virus dengue berat.</p> <p><strong>Tujuan </strong><strong>Penelitian : </strong>mengetahui korelasi antara jumlah trombosit dan eritrosit serta proteinuria pada penderita DBD.</p> <p><strong>Metode </strong><strong>Penelitian </strong><strong>: </strong>Rancangan penelitian yaitu observasional analitik dengan pendekatan <em>crossectional</em>. Sampel data dipetik melalui rekam medis sebanyak 97 data di RSUD Kota Mataram. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji korelasi <em>Spearmann</em>.</p> <p><strong>Hasil Penelitian : </strong>hasil pemeriksaan Anti Dengue IgG/IgM sebanyak 97 (100%) positif. Trombositopenia sebanyak 52(53,6%), normal sebanyak 45(46,4%), dan trombosis (0%). Jumlah eritrosit rendah adalah sebanyak 7 (7,2%), dan eritrosit normal 71 (73,2%), serta eritrosit tinggi 19 (19,6%). Kadar Protein urine dengan hasil negatif sebanyak 80 (82,5%), positif 1 sebanyak 14 (14,4%), positif 2 sebanyak 3 (3,1%) sampel data, dan tidak ada positif 3 (0%). Berdasarkan analisis data menunjukkan korelasi antara jumlah trombosit dengan demam berdarah dengue diperoleh <em>p value</em> = 0,000, korelasi antara kadar protein urine dengan demam berdarah dengue diperoleh <em>p value</em> = 0,004, dan korelasi antara jumlah eritrosit dengan demam berdarah dengue diperoleh <em>p value</em> = 0,785.</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Ada korelasi antara jumlah trombosit dengan demam berdarah dengue dan ada korelasi antara kadar protein urine dengan demam berdarah dengue. Tidak ada korelasi antara jumlah eritrosit dengan demam berdarah dengue.</p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> <td width="0"> </td> </tr> <tr> <td rowspan="2" width="433"> <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="593"> <p><strong>Kata Kunci :</strong> <em>trombosit, eritrosit, protein urine, DBD</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> <td width="0"> </td> </tr> <tr> <td width="0"> </td> </tr> </tbody> </table>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/193 Card Bloodless : Inovasi Alat Ukur Kolesterol Non – Invasive Deteksi Dini Kadar Kolesterol dengan Pengaplikasian Arduino Uno2024-08-28T22:00:55+07:00I Ketut Budi Dharmajaya Gisugisuchannel@gmail.comLalu Srigedelalusrigede@gmail.comYudha Anggit Jiwantoro YudhaAnggitJiwantoro@gmail.comAri KhusumaAriKhusuma@gmail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>: Kadar Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penyakit henti jantung atau serangan jantung dan stroke yang merupakan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Kolesterol merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika kadar Kolesterol tidak sesuai dengan nilai normal yang ada, maka zat ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Identifikasi dan pemantauan kadar kolesterol menjadi hal kritis dalam upaya pencegahan penyakit. Kolesterol umumnya dapat di pantau dengan menggunakan alat – alat Kesehatan dengan metode invasive yang mengharuskan pasien datang ke fasilitas layanan Kesehatan. Dengan metode invasive tidak jarang terjadi human error yang menyebabkan kesalahan atau trauma luka pada pasien. Hal ini yang menjadi alasan peneliti untuk mengembangkan inovasi alat ukur kadar kolesterol dengan metode non – invasive sebagai alternatif pemeriksaan yang tidak menimbulkan trauma luka pada pasien.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kadar kolesterol dengan metode non – invasive dengan menggunakan Arduino Uno dan TCRT5000 yang dapat meniadakan trauma luka pada pasien saat pemeriksaan.</p> <p><strong>Metode Penelitian</strong>: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development, peneliti melakukan uji kelayakan Card Bloodless kepada 15 pasien dengan perbandingan POCT sebagai control.</p> <p><strong>Hasil Penelitian</strong>: Berdasarkan data yang diperoleh, Card Bloodless dapat melakukan uji kadar kolesterol tanpa menimbulkan trauma pada pasien.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa alat Card Bloodless dapat dijadikan sebagai alat konvensional yang memiliki nilai akurasi dan presisi yang hampir sama dengan alat konvensional lain dengan keunggulan tanpa harus menggunakan sampel darah yaitu dengan metode Non – Invasive. </p>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)https://www.jilts.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/434Perbedaan Kadar Asam Urat pada Remaja Sebelum dan Setelah Mengkonsumsi Buncis Goreng Varietas Sembalun2025-12-02T19:21:46+07:00sofiatumminasofiatummina1@gmail.comMaruni Wiwin Diartimaruniwiwindiarti@yahoo.comUripUrip@gmaill.comErlin Yustin Tatontos ErlinYustinTatontos@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Asami urati merupakani produki akhiri metabolismei purin, i yangi secarai alami terdapat dalam tubuh maupun pada makanan seperti daging merah, jeroan, makanan laut, serta beberapa jenis kacang dan sayuran. Salah satu sayuran yang mengandung purin adalah buncis <em>(Phaseolus vulgaris),</em> khususnya varietas Sembalun yang banyak dikonsumsi di daerah tertentu. Kandungan purin dalam buncis berpotensi memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara tertentu, seperti digoreng.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> Mengetahui perbedaani kadari asami urati padai remaja sebelumi dani setelahi mengkonsumsii buncisi gorengi varietasi sembalun. </p> <p><strong>Metode Penelitian:</strong> Jenisi penelitiani inii adalahi experimeni dengani desaini <em>pretest-postest</em>i menggunakan isampeli darahi kapileri sebanyaki 30i sampeli respondeni remaja umur 17-23 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diberi intervensi berupa konsumsi buncis goreng varietas sembalun sebanyak 100 gram setiap hari selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan POCT autocheck. Analisis dengan uji statistik menggunakan uji T-berpasangan.</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Reratai kadari asami urati meningkat dari 4,8 mg/dL sebelum intervensi menjadi 5,5 mg/dL setelah intervensi. Hasil uji statistik menggunkan ujii t-berpasangani dan menunjukkani terdapatnya perbedaan yang signifikan antara kadar asam urat sebelum dan setelah mengkonsumsi buncis goreng yakni (p-valuie) < 0,05.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Hasil<strong>i</strong>penelitian<strong>i</strong>menunjukkan<strong>i</strong>bahwa terdapatnya pengaruh<strong>i</strong>kadar<strong>i</strong>asam<strong>i</strong>urat<strong>i</strong>pada remaja. Sebelum dan setelah pemberian buncis yang digoreng dengan dosis 100 gram.</p>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)